Penyangga Lutut dan Kursi Pintar, Tim ITS Kembangkan Solusi untuk Lansia
Tim mahasiswa dan dosen ITS mengembangkan penyangga lutut AngetKnee dan kursi pintar Elevaid Chair untuk terapi dan mobilitas lansia di Surabaya.
Tim mahasiswa dan dosen dari Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi berfokus pada penyangga lutut untuk membantu mobilitas lansia. Inovasi ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan layanan kesehatan bagi kelompok usia lanjut yang mengalami keluhan lutut dan keterbatasan bergerak.

Proyek yang dikembangkan di Surabaya itu memperkenalkan dua produk bernama AngetKnee dan Elevaid Chair. Kedua perangkat tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan terapi dan aktivitas sehari-hari lansia yang mengalami masalah sendi lutut maupun keterbatasan mobilitas.
Penyangga lutut sebagai solusi terapi
AngetKnee disebut sebagai salah satu upaya tim untuk menyasar permasalahan lutut pada lansia. Alat ini dikembangkan sebagai penyangga lutut yang berorientasi pada aspek terapi sehingga dapat menjadi bagian dari pendekatan perawatan non-invasif bagi pasien lansia yang memerlukan dukungan sendi.
Kursi pintar untuk menunjang mobilitas lansia
Sementara itu, Elevaid Chair hadir sebagai kursi pintar yang berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas aktivitas harian pengguna lansia. Kursi ini menjadi bagian dari rangkaian solusi yang ditujukan agar lansia dengan keterbatasan mobilitas dapat memperoleh dukungan fungsional saat beraktivitas di rumah maupun fasilitas perawatan.
Motivasi dan konteks pengembangan
Pengembangan kedua inovasi ini lahir dari pengamatan bahwa lutut memainkan peranan penting dalam mobilitas sepanjang hidup, namun sering mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan nyata terhadap alat bantu yang mampu memfasilitasi terapi dan aktivitas sehari-hari secara lebih mudah bagi lansia.
Dengan menghadirkan AngetKnee dan Elevaid Chair, tim dari ITS ingin menjawab kebutuhan layanan kesehatan bagi populasi lanjut usia yang mengalami nyeri lutut atau keterbatasan gerak. Inisiatif ini juga mencerminkan perhatian institusi pendidikan tinggi terhadap solusi teknik yang berdampak sosial, khususnya dalam mendukung kualitas hidup lansia.
Peran akademisi dan mahasiswa dalam inovasi
Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Mesin menjadi inti pengembangan kedua alat ini. Pendekatan akademik dan praktik diharapkan dapat menghasilkan produk yang relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus menjadi wadah pembelajaran terapan bagi mahasiswa yang terlibat.
Meskipun detail teknis dan rencana implementasi lebih lanjut tidak diuraikan secara mendalam di sini, langkah awal pengembangan AngetKnee dan Elevaid Chair menandai upaya berkelanjutan untuk menciptakan alat bantu kesehatan yang mudah diakses bagi lansia. Inovasi semacam ini berpotensi membuka ruang kerja sama antara kampus, praktisi kesehatan, dan komunitas lansia ke depannya.
Ke depan, pengembangan dan adopsi solusi seperti penyangga lutut dan kursi pintar akan bergantung pada proses pengujian, umpan balik pengguna, serta kebijakan dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Untuk saat ini, pengumuman produk oleh tim ITS menjadi langkah awal yang menunjukkan fokus pada pemecahan masalah kesehatan terkait mobilitas pada lansia.
