Perombakan dunia fashion: SKIMS rekrut eks-Supreme, Uniqlo U ditinggalkan Lemaire, OVO beralih kepemilikan

perombakan dunia fashion - ilustrasi berita Perombakan dunia fashion: SKIMS rekrut eks-Supreme, Uniqlo U ditinggalkan…

Perombakan dunia fashion: SKIMS rekrut eks-Supreme Erin Magee, Uniqlo U ditinggalkan Lemaire dan Tran, OVO diakuisisi Authentic Brands untuk ekspansi global.

Perombakan dunia fashion kembali terjadi pekan ini dengan serangkaian perubahan kepemimpinan dan kepemilikan di antara merek-merek besar. SKIMS menunjuk kepala desain baru dari kalangan veteran streetwear, sementara lini desain Uniqlo U kehilangan dua sosok kreatif yang selama ini menjadi wajahnya.

perombakan dunia fashion - ilustrasi berita Perombakan dunia fashion: SKIMS rekrut eks-Supreme, Uniqlo U ditinggalkan…

Perombakan dunia fashion: Penunjukan Erin Magee di SKIMS

SKIMS resmi mengangkat Erin Magee sebagai Chief Design Officer pertamanya, langkah yang dianggap sebagai perubahan signifikan dalam strategi kreatif perusahaan. Magee dikenal lewat kariernya selama 22 tahun di Supreme, di mana ia berperan penting dalam merancang identitas visual dan pengaruh budaya label streetwear itu.

Sebelum bergabung dengan SKIMS, Magee juga mendirikan Mademe, sebuah merek streetwear perempuan. Di SKIMS, ia akan memimpin pengembangan produk dan strategi kreatif seiring merek tersebut memperluas jangkauan globalnya. Penunjukan ini disertai promosi Kim Schraub sebagai Chief Brand Officer, menandai restrukturisasi manajerial yang cukup besar bagi perusahaan yang berkembang cepat itu.

Akhir era Christophe Lemaire dan Sarah-Linh Tran di Uniqlo U

Duo Christophe Lemaire dan Sarah-Linh Tran mengakhiri peran mereka sebagai kepala desain utama Uniqlo U setelah satu dekade memimpin sublabel tersebut. Koleksi Musim Gugur/Musim Dingin 2026 menjadi rilisan terakhir mereka untuk lini yang berfokus pada desain ini.

Sejak 2015, Lemaire dan Tran dikenal berhasil memadukan busana dasar yang fungsional dengan sentuhan minimalisme kelas atas, menjadikan Uniqlo U sebuah kekuatan komersial sekaligus estilistik. Meski keduanya mundur, perusahaan menegaskan bahwa Uniqlo U akan tetap berlanjut. Industri kini menunggu siapa yang akan menggantikan dan apakah sublabel ini bisa mempertahankan daya tariknya tanpa dua perancang yang selama ini membentuk fondasinya.

Authentic Brands ambil saham mayoritas OVO

Sebuah langkah besar dalam hal kepemilikan merek terjadi ketika Authentic Brands Group mengakuisisi 51% saham mayoritas di October’s Very Own (OVO), merek gaya hidup yang ikut didirikan oleh Drake. Dalam struktur kepemilikan baru ini, Drake mempertahankan 44% atas kekayaan intelektual OVO, sementara Vince Holding Corp. memegang 5% sebagai pemegang lisensi global untuk pakaian dan ritel.

Tim kreatif OVO yang berbasis di Toronto akan tetap bertanggung jawab atas aspek desain dan operasional kreatif, sedangkan Vince Holding akan mengambil alih produksi, penjualan produk, serta logistik operasional. Akuisisi ini dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk mempercepat ekspansi OVO, termasuk rencana membuka tiga gerai baru di Amerika Serikat tahun depan dan ekspansi distribusi grosir secara besar-besaran pada 2027.

Kolaborasi, kampanye, dan peluncuran lain yang mencuri perhatian

Di luar perubahan kepemimpinan dan kepemilikan, sejumlah kolaborasi dan kampanye besar juga diumumkan. UGG menggandeng desainer Willy Chavarria untuk koleksi kapsul pertama mereka, yang menyatukan estetika kultural Chavarria dengan siluet klasik UGG. Koleksi uniseks itu menampilkan lima model alas kaki serta apparel kolaboratif, dan diluncurkan lewat kampanye “UGG & KISSES” yang menghadirkan sejumlah nama publik sebagai wajahnya. Rencana rilis global ditetapkan pada 10 September 2026.

Rumah mode besar lain juga meluncurkan kampanye yang menonjolkan keberagaman budaya pop. Kampanye Primavera dari sebuah rumah mode Italia menampilkan selebritas dari berbagai latar, termasuk bintang K-pop, musisi rap, dan figur olahraga, menegaskan pendekatan yang lebih luas terhadap citra publik merek tersebut.

Perubahan-perubahan ini memperlihatkan bagaimana merek-merek besar menata ulang tim kreatif dan struktur kepemilikan untuk menjawab dinamika pasar dan memperluas jangkauan konsumen. Dari penunjukan kepala desain hingga akuisisi strategis, langkah-langkah tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat posisi merek di panggung global tanpa mengubah identitas inti mereka.