Artis Sony SAB Ungkap Makna Ajaran Krishna bagi Kehidupan Mereka di Janmashtami
Artis Sony SAB menceritakan bagaimana ajaran Krishna memengaruhi nilai, tindakan, dan ketenangan batin mereka saat merayakan Janmashtami, melalui pengalaman…
Perayaan Janmashtami selalu menjadi momen refleksi bagi banyak orang, termasuk para pemain serial di Sony SAB. Bagi sejumlah aktor dan aktris, ajaran Krishna menjadi pegangan yang membantu mereka menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional.

Dalam kesempatan perayaan kali ini, beberapa pemeran dari Pushpa Impossible dan Hastinapur Ke Veer berbagi pelajaran Krishna yang paling melekat dalam kehidupan mereka, serta bagaimana nilai-nilai itu diterapkan di keseharian saat bekerja di lokasi syuting.
Ajaran Krishna dalam Sorotan
Karuna Pandey, yang memerankan Pushpa di Pushpa Impossible, menyoroti ajaran tentang kerja tanpa keterikatan pada buah usaha. Ia mengatakan momen Janmashtami terasa istimewa karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya, sehingga pesannya terasa sangat personal. Bagi Karuna, yang bisa dikendalikan hanyalah tindakan kita sendiri; hasil berada di luar kendali. Dengan melepaskan harapan berlebih terhadap hasil, beban hidup menjadi lebih ringan dan upaya bisa dijalani dengan ketulusan.
Memilih kebenaran di tengah situasi sulit
Vivana Singh, pemeran Gandhari di Hastinapur Ke Veer, menggambarkan bahwa ajaran Krishna mengajarkan keberanian mempertahankan apa yang benar meski kondisi rumit. Ia mengingatkan bahwa hidup kerap menghadapkan pilihan antara yang mudah dan yang benar. Vivana berusaha menjaga kejelasan nilai, baik dalam hubungan pribadi maupun di lingkungan kerja, karena meski ia tak selalu bisa mengendalikan hasil, ia bisa menentukan sikap dan integritasnya saat menghadapi setiap situasi.
Kepercayaan pada proses dan menerima perubahan
Muskaan Bamne, yang berperan sebagai Shanaya di Pushpa Impossible, menuturkan bahwa aspek kepercayaan dalam ajaran Krishna sangat berdampak pada cara ia menghadapi ketidakpastian. Daripada terus-menerus mencoba mengendalikan masa depan, Muskaan lebih memilih memberi usaha terbaik dan percaya bahwa langkah berikutnya akan terkuak pada waktunya. Sikap ini memberinya ketenangan serta kemampuan untuk lebih lapang menerima perubahan dalam kehidupan pribadi maupun karier.
Keseimbangan emosional dan pembelajaran dari Bhagavad Gita
Jiten Lalwani, yang memerankan Dronacharya di Hastinapur Ke Veer, mengakui bahwa ia kerap kembali pada nilai-nilai Bhagavad Gita dalam keseharian. Pesan yang paling ia pegang adalah pentingnya tetap teguh menghadapi keberhasilan maupun kegagalan. Puji-pujian saat segala sesuatu berjalan baik dan kekecewaan saat tidak sesuai rencana adalah hal wajar, tetapi keseimbangan batin muncul ketika keduanya tidak menjadi penentu identitas. Sebagai aktor, Jiten menggunakan prinsip itu untuk menerima pelajaran dari setiap adegan—baik yang memuaskan maupun yang menantang.
Empati dan memahami perjuangan orang lain
Kelima artis tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Krishna—seperti melakukan tugas dengan tulus, menjunjung kebenaran, percaya pada proses, menjaga keseimbangan batin, dan bersikap empatik—bukan sekadar ajaran ritual, melainkan panduan praktis saat menjalani hidup dan pekerjaan di dunia hiburan.
Bagi penonton yang mengikuti serial Pushpa Impossible dan Hastinapur Ke Veer, refleksi ini menawarkan sudut pandang lain tentang bagaimana ajaran-ajaran kuno tetap relevan bagi para pelaku seni masa kini. Selain merayakan Janmashtami melalui doa dan puasa, para pemeran tampak menjadikan momen tersebut untuk introspeksi dan berbagi inspirasi dengan publik.
Tonton serial Pushpa Impossible dan Hastinapur Ke Veer di Sony SAB untuk menyaksikan bagaimana para aktor membawa nilai-nilai tersebut ke dalam peran mereka di layar.
