Pemilihan Duta Baju Bodo 2026 di Pinrang Ajak Generasi Muda Melestarikan Budaya
Duta Baju Bodo 2026 di Pinrang mengajak generasi muda menjaga warisan budaya lewat ajang gratis yang mempromosikan Baju Bodo, kreativitas, dan prestasi anak.
Pemilihan Duta Baju Bodo 2026 yang digelar di Aula gedung PKK Kabupaten Pinrang menjadi ruang bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan bangga terhadap tradisi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini, bertema “Lestarikan Budaya, Wujudkan Generasi Berprestasi,” berlangsung meriah dihadiri ratusan pengunjung pada Sabtu (12/09).

Acara yang diinisiasi oleh Bajutta bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI menempatkan Baju Bodo sebagai pusat perhatian, sekaligus sarana edukasi budaya bagi anak-anak dan remaja. Penyelenggara berharap ajang ini menguatkan identitas lokal sekaligus mendorong prestasi generasi muda di Kabupaten Pinrang.
Duta Baju Bodo sebagai Ruang Pendidikan Budaya
Pendiri Bajutta sekaligus Ketua Panitia, Iqbal Ardianto, menekankan bahwa Pemilihan Duta Baju Bodo bukan sekadar kontes kecantikan atau penampilan. Menurut Iqbal, kegiatan ini juga memiliki fungsi edukatif untuk mengenalkan nilai-nilai budaya dan meningkatkan kecintaan pada busana tradisional.
“Baju Bodo merupakan bagian dari identitas budaya kita di Sulawesi Selatan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengenal, tetapi juga bangga menggunakan dan melestarikan budaya daerah, khususnya di Kabupaten Pinrang,” ujar Iqbal.
Kategori Peserta dan Hadiah Penghargaan
Kompetisi Duta Baju Bodo dibagi menjadi tiga kategori usia untuk menjangkau berbagai rentang generasi. Kategori Sipakatatau ditujukan untuk balita usia 3–5 tahun, Sipakalebbi untuk peserta usia 6–11 tahun, dan Sipakainge untuk remaja atau dewasa usia 12–18 tahun. Pembagian kategori ini dimaksudkan agar materi dan penilaian lebih sesuai dengan tingkat perkembangan peserta.
Baca juga: Kapsul Drake’s BEAMS: Tweed dan Selvedge Buatan Jepang untuk Rayakan 50 Tahun BEAMS Jadi Sorotan
Selain mendapat gelar sebagai pemenang Duta Baju Bodo 2026, para peserta berpeluang menerima penghargaan berupa trofi Bajutta, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Panitia juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara bersifat terbuka untuk masyarakat dengan slogan “Gratis 100% Tanpa Biaya” sehingga semua kalangan dapat menyaksikan dan berpartisipasi tanpa hambatan biaya.
Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya
Menurut penyelenggara, keterlibatan anak-anak dan remaja menjadi kunci agar tradisi tidak terputus oleh arus modernisasi. Dengan menghadirkan anak-anak dalam balutan Baju Bodo, panitia berharap nilai-nilai tradisional bisa diinternalisasi sejak dini dan menjadi kebanggaan yang terus diwariskan.
Iqbal menambahkan bahwa kegiatan ini juga dimaknai sebagai ajang pengembangan karakter dan prestasi. Selain menampilkan ragam busana tradisional, acara menyediakan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan berbicara, yang dinilai penting dalam membentuk generasi yang berprestasi namun tetap berakar pada budaya lokal.
Dukungan Pemerintah dan Tokoh Lokal
Kementerian Kebudayaan RI turut berkolaborasi dalam pelaksanaan acara, memberikan dukungan institusional terhadap upaya pelestarian budaya di daerah. Kehadiran institusi tersebut memperkuat daya jangkau program dan memberi legitimasi pada kegiatan yang berfokus pada kebudayaan tradisional.
Acara juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, termasuk H. Azhar Arsyad yang disebut hadir dalam kegiatan dan dikenal sebagai Ketua PKB Sulawesi Selatan. Turut hadir pula sejumlah tokoh budaya dari Kabupaten Pinrang yang memberi dukungan moral dan menjadikan pelaksanaan kegiatan semakin representatif di mata masyarakat setempat.
Pada akhirnya, Pemilihan Duta Baju Bodo 2026 bukan sekadar sebuah kompetisi mode tradisional, tetapi upaya kolektif untuk menjaga warisan budaya sambil memberi ruang bagi anak-anak dan remaja menunjukkan bakat dan potensi. Penyelenggara berharap momentum ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari agenda pendidikan budaya yang inklusif dan berkelanjutan di Pinrang.
